Minggu, 21 Desember 2014

Kematian

Hari ini tepat di pagi yang cerah.

Seorang bayi usia 28 hari meninggal dunia.

Sedih nian. Tak kuasa melihat di kafani dan di shalatkan.

Semoga setiap pelajaran kematian ini menjadi pelajaran yang berharga untuk siapapun.

Kamis, 27 November 2014

Hadiah

Bisa jadi hari ini kita tak pernah tahu akan mendapatkan apa.

Tapi di sisi Allah, pengetahuan itu pasti jelas ada.

Gembira adalah ketika kita pun bisa menggembirakan orang lain dengan sebuah pemberian.

Artinya kita ingat akan teman, sahabat atau keluarga.

Hadiah adalah bentuk perhatian sederhana yang bermakna luar biasa ^_^

Rabu, 26 November 2014

Deadline

Hari dan nomor yang berada di kalender itu menyisakan peristiwa demi peristiwa. Momen dan kejadian.

Saat sibuk, saat senggang. Saat bahagia, saat sedih. Saat seperti apapun.

Berterimakasih karena diberi sekian agenda berikut deadlinenya. Sehingga setiap hari tahu apa yang harus dilakukan dengan sebaik-baiknya.

Bukan hanya kuantitas aktifitas, tapi juga kualitas aktfitas berikut kualitas hati dalam menjalaninya.

Bismillah.

Kamis, 20 November 2014

Kesempatan

Tak selalu sama kesempatan yang datang pada kita.

Adakala yang diharap tak datang.
Adakala yang tak diharap malah datang.

Maka berdamailah dengan setiap takdir.
Tidak akan kemana kesempatan itu.
Ia pasti disana, menunggu kita.
Indah.

Rabu, 19 November 2014

Akad

Kembali.

Sebuah janji suci antara makhluk lelaki dan perempuan termaktub dalam pagi yang cerah ini di sebuah masjid yang berkah.

Ribuan malaikat mengamini setiap doa.

Diingatkan kembali akan sebuah makna. Kebersamaan. Penyatuan jiwa. Kehidupan yang berakhir di akhirat nanti.

Barokallah

My Day

19 Nov 1978 - 19 Nov 2014.

36 Years Old.
It's my day absolutely.

Happy for me as always.
My beloved friends who gaves me many greetings and du'a. Amiin.

Still so many question in my had.
Gain everything i want.

Being something, someone.

Senin, 17 November 2014

Kisah

Jika di media sosial seperti Facebook, YouTube dan blog-blog lain, atau website-website lain bertebaran kisah-kisah kehidupan yang di upload dan diunduh, maka sesungguhnya kita pun demikian.

Menceritakan kisah kehidupan kita kepada banyak orang dengan status yang kita pasang, foto peristiwa atau sekedar tautan buah pemikiran.

Hidup saling berbagi. Saling memberi arti dan saling menemukan makna.

Kamis, 13 November 2014

Kopi

Suka dengan cerpen Filosofi Kopi nya Dewi Lestari.

Saat hujan pun tetep coba ngopi dengan white coffee nya...biar tidak terlalu pekat rasanya.

Sensasi rasa berbeda dibanding dengan teh dan minuman sejenisnya.

Asal tidak terlalu banyak dan kecanduan, saya kira kopi penting juga di konsumsi.

Rabu, 12 November 2014

Gadget

Status seorang teman mengingatkan bahwa penggunaan gadget saat ini memang luar biasa.
Menyingkirkan kebersamaan, tawa dan kesenangan orang-orang dalam bentuk interaksi langsung.

Yang dekat jadi jauh karena lebih asyik mengotak atik gadget dan berkomunikasi dengan orang lain.

Yang jauh jadi dekat, dan membuka peluang kebersamaan atau hubungan yang tidak semestinya.

Fungsi komunikasi menjadi entah.

Yang dekat tak bisa lagi merasai kebersamaan, karena masing-masing sibuk dengan dunia di gadgetnya.

Ah.

Selasa, 11 November 2014

Sale

Bulan ini memang berulangtahun yang 36 tahun.

Koleksi jualan Tupperware pun di sale hingga 20%. Bersyukur dan memberi bahagia buat orang lain saja.

Untuk hadiah sendiri, mau beli sepatu, beli HP, beli buku yang banyak, perawatan, olahraga, dan maksimal ibadah.

Semoga.

Senin, 10 November 2014

Dibicarakan

Jangan disimpan saja jika memang harus ada yang dibicarakan.

Jangan fikirkan soal reaksi atau apapun. Berniat baik saja untuk bisa memberikan pemahaman yang baik.

Tidak ada yang rugi dengan memulai komunikasi, Sehingga hati kita dan langkah kita lebih bisa ditentukan ke depannya. Tidak terjebak dengan prasangka dan hanya khusnudzan yang tak berdasar karena masih ada pertanyaan yang menyisa.

Tak ada resiko apapun ketika berbicara, selain bisa jadi tanggapan negatif atau positif. Maka berharap yang positif saja lah.

Semoga bisa dimengerti.

Kamis, 06 November 2014

Menjelang

Sudah di hari jumat.
Esok sudah sabtu dan jelang ahad.
Hari libur bagi pekerja.

Quality time for family. Jalan-jalan, makan makan, senang senang dan main main.
Rehat sejenak itu perlu, mengembalikan stamina yang terkuras selama seminggu ini.

Bersyukur selalu dan siapkan segala sesuatu menjelang liburan ini.

Semoga hidup kita berkah.


Rabu, 05 November 2014

Pelukan

Setiap pagi, disengaja ataupun tidak. Ritual  berpelukan antara ayah dan ibu, ayah dan anak anak, juga ibu dan anak-anak, membantu mensupport energi yang sangat besar untuk menjalani aktifitas seharian.

Sibuk dengan kerjaan dan target kadang melalaikan kita untuk sekedar memberikan pelukan di pagi atau di malam hari sebelum tidur pada anggota keluarga kita.

Gadget membuat kita melupakan hal-hal sederhana yang bisa dilakukan untuk mengeratkan kebersamaan anggota keluarga. Magnet gadget membuat setiap kita terhipnotis dan enggan melakukan hal yang lebih penting.

Pelukan tulus dan sederhana membuat masing-masing anggota keluarga merasa nyaman dan terlindungi. Tidak lama hanya hitungan 30 kali saja, atau 5 menit saja dengan penuh kesungguhan.

Mari berpelukan ^_^

Selasa, 04 November 2014

Hadiah

1. Buku IQRO
2. Buku Tulis dan spidol warna warni
3. Cengcelengan
4. Sepaket Hoka Hoka Bento plus mainannya

Nah itu untuk Rava semua di hari ulang tahunnya yang ke-6 tahun.

Plus, konsekuensi dari 6 tahun ini adalah :

1. Ikut shalat wajib sama ayah atau ibu yang 5 waktu.
2. Bertanggungjawab untuk seluruh mainannya (sudah di sediakan box)
3. Belajar menulis, menggambar, dan bercerita dalam diary.
4. Belajar menabung kembali
5. Belajar mengaji setiap hari

Selamat ultah ya Rava. Love you

Senin, 03 November 2014

4 November

Di hari itu 2008, Rava lahir. Muhammad Radithya Sandy.

Bernas, cerdas, menyenangkan.
Betapa ajaib memiliki seorang bayi lelaki.

Bahagianya sampai ke langit.

Hari ini, di 4 November 2014, 6 tahun sudah Rava menemani hari-hari seorang ibu. Dalam bahagianya, sakitnya, resahnya, kecewanya, dia selalu hadir menghibur dan menghibur.

Rewelnya, marahnya, kebaikanya, penyayangnya, sensitifnya, manis rautnya. Ukiran ukiran kenangan dari tahun satu ke tahun berikutnya adalah sebuah bahagia namanya.

Love you Rava as always..

Kamis, 30 Oktober 2014

Keberkahan

Banyak sumber yang membuat hidup kita di dunia bisa berkah.

Aktifitas harian kita dari bangun tidur hingga tidur lagi adalah kesempatan besar untuk meraih keberkahan hidup. Niatkan terus berbuat apapun karena Allah dan untuk Allah. Hindarkan dari hal-hal yang membawa pada dosa dan maksiat...berlindung terus kepada Allah dari godaan syetan yang terkutuk, dan semoga keberkahan mengalir dalam hari-hari kita.

Juga ada banyak hal yang membuat hidup kita seketika hilang keberkahannya.

Aktifitas lalai dan sia-sia, banyaknya dosa dan maksiat kecil maupun besar yang kita lakukan.
Sedihnya jika kita pun tak bergerak untuk segera bertaubat. Apalagi ujian, musibah terus berdatangan tak henti-henti.
Merana lah kita karena keberkahan di cabut, hati tak tenang, hidup gelisah, stress berkepanjangan.

Semoga Allah ridha atas setiap usaha kita untuk menggapai keberkahan hidup di dunia dan akherat kelak. Amiin.

Rabu, 29 Oktober 2014

Kangen

Berjauhan jarak membuat setiap kita memiliki rasa rindu.

Pada tempat, pada orang, maupun pada sesuatu yang lain. Kebersamaan misalnya.

Beruntung jika rindu atau kangen ini bisa terpuaskan dan bertemu kembali, bersama kembali.
Namun jika tidak bisa bertemu, maka sesungguhnya nama itu tetap saja rindu. Bersanding dengan ke ikhlasan.

Persoalan Kita

Galau, resah dan ketidaktenangan mendominasi harian kita. Oleh sebab maupun tidak ada sebab.

Sejatinya kita adalah makhluk sosial, yang memiliki teman dan lingkungan.

Ujian bisa datang dari dalam diri sendiri maupun dari orang lain.

Hiruk pikuk persoalan kita seharusnya bisa  memotivasi untuk bisa membantu memecahkan masalah orang lain juga.

Siapa tahu itu jadi berkah dari kehidupan kita, dan Allah membantu mengurus persoalan kehidupan kita.

Semoga.


Senin, 27 Oktober 2014

28 Oktober

Hari ini, di tujuh tahun yang lalu. persis di tanggal ini juga. 28 Oktober 2007 - 28 Oktober 2014.

Bersama ada akad yang terucap, janji yang mengikat hingga ke Arsy.

Gelombang demi gelombang di bahtera kami dimulai dari tahun pertama, berlanjut ke tahun kedua, ketiga, keempat, kelima, keenam dan ketujuh.

Riaknya mengguncang, meninabobokan, melalaikan. Menginstrospeksi diri lebih sering.

Tertatih dalam tawa, tangis, pilu yang bersemayam.

Memaknai setiap episode dengan keyakinan yang tertatih untuk tumbuh.

Satu matahari dan satu  bulan menemani.

Sayang.

Minggu, 26 Oktober 2014

Sahabat

Pagi ini kabar kematian menghampiri, seorang sahabat dalam berjuang di DT meninggal dunia karena sakit lama.

Hati terasa tersentak. Se usia yang sama. Allah lebih menyayangi nya.

Kita pulang nanti seperti apa di kenangnya?


Jumat, 24 Oktober 2014

Semangat

Perempuan 35 tahun ini kehilangan daya dan semangat dalam 12 tahun terakhir hidupnya.

Bukan tanpa sebab, hingga dia memutuskan ingin bunuh diri untuk lepas dari kemelut hidupnya.

Saya termangu saja. Tak berkata apapun.

Allah hadirkan dirinya menjadi jalan ilmu dan iman sekaligus.

Berjuanglah. Sebesar apapun, Allah jauh lebih besar dan lebih penyayang.

Semangat!!!

Kamis, 23 Oktober 2014

Saru

Tak mudah memang jika menemukan hal-hal "saru' di sekitar kita.

Via HP, via TAB, via Laptop...bertebaran.

Orang yg kirim nampaknya tak berfikir panjang kalau bisa saja orang lain menemukan ke-saru-an ini.

Akibatnya, yang tak sengaja melihat menjadi luar biasa kesal dan jijik pada orang yang mengirim dan orang yang dikirim.

Bukan salahnya. Karena persepsi dan fikiran bisa terbangun dari hal-hal mengejutkan yang ia temukan. Udah langsung masuk memori otak saja.

Keterkejutan, tak menyangka, timbul lah buruk sangka. Dan hal ini tak pernah bisa di klarifikasi.

Sungguh luar biasa.

Rabu, 22 Oktober 2014

Kasuat-suat

Itu kata dalam bahasa Sunda. Bahasa tempat lahir saya di Bandung.

Kasuat-suat artinya ada sesuatu yg bikin hati kita nyeri. Ingatan kenangan masa lalu yg buruk yang membuat kita enggan bersinggungan dengan masa lalu itu. Baik orang maupun tempat.

Kadang kita menghilangkan memori nama maupun tempat (walau sering terlewati dan ingat), agar setidaknya kita tak pernah merasa kasuat-suat.

Apalagi jika ada orang

Senin, 20 Oktober 2014

Beruntung

Ada yang beruntung karena tugas tugasnya selesai dengan baik dan memuaskan.

Ada yang beruntung karena diberikan keberkahan dalam hidup.

Ada yang beruntung karena setiap ujian yang datang kepadanya menjadi jalan ketaqwaanya.

Ada yang beruntung karena dia bisa bermanfaat banyak buat orang lain.

Ada yang beruntung karena hidup secara sederhana dan tidak neko-neko

Ada yang beruntung..maka kemudian jadilah kita bagian dari keberuntungan itu sendiri.

Minggu, 19 Oktober 2014

Tidak Rugi

Gak ada ruginya sama sekali, ketika seseorang merelakan setiap keputusannya untuk berbuat yang terbaik.

Keuntungannya adalah, dia menabung setiap perbuatannya menjadi amal yang berpahala jikalau ikhlas.

Sedihnya, memang ada jika setiap apa yang dilakukan tak mendapat respon berarti dari yang diharapkan.

Tapi itulah perjuangan "berbuat"

Bagi yang beriman, sungguh tak ada rugi.

Selasa, 14 Oktober 2014

Berusaha Lebih

Kesal dalam hati itu jadi dumelan yang bikin sakit kepala, nyut nyut an.

Tidak disuarakan tapi di gerentes saja. Berbahaya.

Tidak dosa tapi mengikis keikhlasan.

Berbuat baik sajalah, berusaha lebih menerima banyak hal yang abnormality..sehingga hati jauh lebih mudah untuk dibersihkan.

Semoga.

Senin, 13 Oktober 2014

Salah Paham

Komunikasi tidak saja membuat segala sesuatu menjadi lancar. Pemahaman yang sama dan pengertian yang sama.

Tapi komunikasi bisa juga disalah pahami, tak di mengerti karena masing-masing punya ego untuk tak ingin paham.

Kisah sederhana.
Perempuan ini tak suka menunggu lama dan setiap harinya memenej waktu dengan sistematis.

Lelaki ini hanya ingin dihargai, dimengerti dan dipahami.

Keduanya sama-sama kesal karena masing-masing tak ingin paham kondisi satu sama lain.
Bertahun kemudian, curhat lah. Dan ini menjadi penting ketika memang harus dikomunikasikan,

Sesederhana itu, dan tetap memicu konflik.

Flu Berat

Kali ini seputar sakit ini.

Flu berat baru terasa sejak 3 hari yang lalu. Beratnya : Kepala dungdeng, suara2 orang lain mengecil, suara ku sendiri serak alias bindeng, badan agak demam dan ingsrek-ingsrek kan.

Maka yang terjadi kemudian adalah :
1. Setiap ngobrol rasanya "nguing-nguing" dan berasa tak nyambung
2. Maunya makan terus walau tak berasa
3. Pengen istirahat dan tidur seharian tapi nampaknya tak memungkinkan.

Maka terkaparlah dan menikmati sakit ini dengan kegiatan yang biasa saja.

Rabu, 08 Oktober 2014

Bergerak

Dia, perempuan itu memiliki pemahaman baru.
Dan dia berubah karenanya.

Dia, perempuan yang datang kemudian baru akan memulai sesuatu.
Dan di memiliki semangat untuk itu.

Dua orang perempuan dalam status yang sama, lelaki yang sama dan dengan kondisi yang sama.

Takdir mereka membawa hikmah yang besar untuk kehidupan ini.

Senang bertemu dengan mereka.

Senin, 06 Oktober 2014

Keinginan

Tahan saja dulu apa yang menjadi keinginan.
Tak semua bisa kita peroleh langsung dan seketika.

Ada saat kita harus memiliki rem untuk setiap keinginan kita.
Butuh barang ini, tanya dulu seberapa penting kita membutuhkannya.

Harga memang bukan masalah, tetapi ketika kita mulai boros dalam mengeluarkan untuk barang yang bisa kita peroleh dengan harga lebih rendah dan kemudian bisa mengalokasikan dana untuk hal lain yang lebih penting. Itu yang bagus. Menurut saya.

Kita lebih fokus pada gaya hidup dan prestise. Sementara kita abaikan kebutuhan.
Atau kita mencari alasan butuh padahal hanya sekedar aksesoris.

Minggu, 05 Oktober 2014

Ber-Qurban

Setelah hampir 7 tahun, perjalanan spiritual itu dilaksanakan.

Makna dan 'rasa' nya harusnya sudah sampai melekat di diri.

Namun perjalanan waktu dan episode kehidupan menyisakan banyak cerita yang menghabiskan ruang hikmah dalam  hati. Terisi oleh sekian ujian dan ujian yang menyita hampir 24 jam waktu.

Tahun ini, semangat 2007 itu harus terus tertanam, hingga akhir hayat  nanti.
Betapa perjuangan spiritual itu harus menjadi pemicu dan motivasi terbesar untuk hidup  bahagia dan hidup yang lebih  baik lagi.

Makna haji itulah yang terpenting. Makna berqurban itu lah yang sesungguhnya engkau lakukan untuk kehidupanmu.

Maka pulanglah kepada Allah dengan sebaik-baik dan sesempurna pengorbanan di dunia.

InsyaAllah

Jumat, 03 Oktober 2014

Nyesek

Pilihan ini saya ambil dengan penuh rasa tanggungjawab.

Jika salah semoga Allah mengampuni.
Namun sekuat tenaga saya ingin menjalani amanah ini sebaik-baiknya, dan selalu berharap ini menjadi ladang amal saya hingga kelak ke surga nya.

Bukan penuh resiko. Semampu saya ingin bertanggungjawab atas apapun.
Orang lain boleh nyinyir, tapi mereka tak akan mau memikul atas apa yang terjadi pada kehidupan kita.

Hormati saja setiap pilihan. Dukung dan doakan.

Rabu, 01 Oktober 2014

Setiap Hari

Mari melakukan hal ini setiap hari.

Selain melakukan yang lain-lainnya.

Menulis setiap hari, setiap kita butuh mengekspresikan suasana hati. Maka lihat nanti hasilnya.

Ga apa kadang ngacapruk ga puguh, jalani saja dengan jari jemari.
Merangkai kata dan kalimat.

Nanti kalau satu saat dibaca lagi. Pasti memotivasi untuk menuliskan hal apapun. Di sini
Cukup disini saja. Di Blog pribadi. He.

Selasa, 30 September 2014

Episode BB

Ya begitulah suatu benda. Ada kapasitas dan jatah waktu usang.

BB ini kemudian di servis, setelah di servis error lagi.

Saya sih optimis, dipake saja. Dijual tak seberapa,  yg penting fungsinya dan dibayar zakatnya...sehingga mudah2an menjadi berkah.


Rejeki

Duh, pengen hadiah yang itu.

Eh, nomor nya ga keluar.

Berhasil juga mendapatkan rejeki alias hadiah berupa 1 set blender...Alhamdulillah.

Berkah dari Musyawarah Anggota Luar Biasa Koperasi DT ini.

Hari ini, di selasa pagi.

# Maka, rejeki kita sudah ditakar dan diatur oleh Allah, bukan oleh keinginan dan nafsu kita semata.

Senin, 29 September 2014

Dalam Diam

Sepi itu bukan berarti tak ramai dengan kata.

Tapi hiruk pikuk dengan riuh rendah suara dalam  hati.
Tidak mesti mengemuka. Cukup disana saja. Di relung kalbu dan fikiran.
Pasti tersampaikan juga.

Dalam diam, dan mencoba mengerti sekian banyak hal.
Tak penting persepsi dari orang lain, cukup merasa ini sudah aman dan lebih baik seperti ini juga.

Semoga di mengerti.

Mohon ampun jika salah.

Rabu, 24 September 2014

Sedikit

Sedikit saja bicaranya.

Sedikit saja berfikir negatifnya.

Sedikit saja waktu untuk mengeluhnya.

Sedikit saja menunggu.

Sedikit saja sok tahunya.

Jangan banyak-banyak. Kita tak pernah tahu kapasitas kita dalam menampung ketidakberesan dalam hidup ini. Ha.

Lelaki dgn 4 Dunia

Di antara sekian dunia yang ada di sekitarnya, hanya 4 yang ia pilih.

(Nampaknya tulisan ini nanti akan berlanjut menjadi sebuah cerpen tersendiri, amiin)

Dunia miliknya adalah yang pertama.

Dunia kedua adalah aktifitas dan orang-orang di sekeliling aktifitas.

Dunia yang ketiga adalah masa lalu yang tak pernah bisa dikubur dan dibeku kan.

Terakhir, dunia yang memang nyata. Sepasang matahari.

Sadar Diri

Semestinya memang begitu.

Kalau dirasa sudah seperti itu. Sadar diri saja.

Fokus dengan diri jauh lebih baik ketimbang kita sibuk berharap dari seseorang yang sesungguhnya tidak sedikitpun memikirkan diri kita sedikit pun.


Selasa, 09 September 2014

Kisahnya

Menjadi yang kedua di 7 bulan ini.

Pergulatan keputusan, jati diri, masa lalu dan keinginan untuk berubah menjadi lebih baik.

Yang didapatkan hanya kemarahan, ketidakpercayaan dan kekerasan.

Mau seperti apa?

Tetap bertahan atau keluar dan menemukan bahagia dengan tangan kita sendiri?

Selasa, 02 September 2014

Come Back

Senangnya.

Kembali ke saat bisa baca buku sepuasnya. Beli buku sepuasnya.

Harus baca. Harus baca.

Novel novel ituh menungguh..haha

Minggu, 31 Agustus 2014

Memang

Sesungguhnya apa yang kita kejar?

Apa yang kita harapkan dari diri kita sendiri dan dari orang lain.

Sungguh tak mudah menjawab setiap pertanyaan yang kau sudah duga jawabannya.

Terlalu memang.

Sudah tak bisa berkata-kata lagi.

Walau 'saat ini' semua memang nyata adanya.

Kamis, 28 Agustus 2014

Menggalau

Bukan karena hujan sore ini sehingga perasaan jadi lebih galau.

Sekedar ingin melepas penat saja, menulis adalah katarsis itu.

Minggu yg padat di akhir Agustus.

Juga minggu yg padat di hatiku. Aha.

Sms entah itu muncul  begitu saja. Tak bertuan. Isi yang aneh, tapi bisa jadi benar.
Toh pernah terjadi.

Lupakan saja. Saatnya menjadi diri yang egois lagi.
Tak usah harapkan orang lain yang bahagiakan. Diri sendiri sudah cukup.

Maka semua nikmat hidup beserta takdir takdirnya harus selalu di syukuri.

Alhamdulillah

Jumat, 22 Agustus 2014

Apa Jadinya

Kalau saja kita tak pernah fokus dalam hidup ini.
Semua serba mengalir bak air, dan kemudian tak ada perencanaan.
Apa jadinya dengan hidup kita.

Kalau saja kita merasa selalu tak pernah bahagia.
Bahkan jika sekian nikmat kita peroleh tanpa usaha dan kerja keras.
Apa jadinya diri kita.


Kamis, 21 Agustus 2014

Status status

"Wah, si ibu ini status FB na galau terus...ada apa sih?"

"Ah, biasa aja. Lg pengen nulis status begitu aja." Ngeles.

Haha..padahal mah..

Ya ga tau juga.

Senin, 18 Agustus 2014

Rindu Rasa

Begini ternyata. Kalau sudah kehilangan sesuatu yang pernah ada pada diri kita.
Untuk menemukan nya kembali butuh perjuangan yang sangat.

Rindu rasa ini menggerogoti diri. Serasa tak bermakna dalam arti yang sesungguhnya.
Kehilangan ini akankah selamanya.
Walau asa tak pernah pudar.

Semoga Allah mengembalikan rasa ini ke tempat semula.

Ingin sekali.

Kamis, 14 Agustus 2014

Mendengar Kabar

"Katanya suaminya CLBK sama mantan kekasihnya yang lama."

"Kok bisa ya, kondisi keuangan lagi sulit dengan istri dan anak-anak, masih sempat-sempatnya berencana nikah dengan mantan pacar lama."

Ini dunia kita. Kabar begitu banyak berseliweran. Dan itu terjadi pada orang-orang di sekeliling kita. Keluarga, teman, sahabat bahkan yang baru kita kenal.

Allah pasti memberi hikmah yang banyak, walaupun hanya sekedar berita. Artinya kita mesti banyak berfikir, banyak bertaubat dan benar2 peka dengan kondisi kita serta lingkungan dimana kita tinggal dan beraktifitas.

Minta Maaf Saja

Ya, kalau memang karena kelalaian kita sehingga hak orang lain tak tertunaikan, maka segera saja minta maaf.
Itu adalah warning karena kita ternyata lemah dan sering lupa. Agar kedepan berhati-hati dan cek ricek hal yang penting begitu.

Maka kalau semua kejadian ada  hikmah yang bisa diambil, sungguh beruntung hidup kita.

Selasa, 12 Agustus 2014

Terus Belajar, Jangan Berhenti

Ya. Kemudian ketika sekian kasus dan masalah datang untuk di tangani.
Tak cukup dengan pengetahuan diri. Merasa serba bisa dan jago mengatasi problem orang lain.
Sebetulnya tantangan terbesar kita adalah, apakah kita cukup banyak belajar ttg satu kasus tertentu?

Maka, teruslah belajar, jangan berhenti. Jangan sok tahu, jangan sombong dan sok pintar, sehingga enggan bertanya, membaca dan diskusi.

Semangat, jangan berhenti belajar. Kapanpun, dimanapun.

#Episode pagi dengan halaqoh

Senin, 11 Agustus 2014

Tetap Rendah Hati

Terkadang jika ada yang tidak sesuai dengan pemikiran dan hati saya, langsung nyeblak saja, tanpa pikir panjang dan to the point.

Hal ini kadang bikin mis persepsi dan mis komunikasi bagi orang2 yang tidak setipe dengan saya. Terbiasa bekerja santai, berfikir sederhana, ketika menemukan pemikiran yang kritis dan cenderung arogan maka akhirnya tujuan komunikasi malah tidak tercapai.

Saya memang harus lebih mengerem pikiran2 kritis ini dan mencoba mencari bentuk bahasa yang lebih sangat halus untuk bisa dipahami oleh orang lain.

Dan tetap luruskan niat agar tidak menyakiti orang lain.


Hujan

Siang ini hujan lebat mengguyur Bandung.

Dalam cuaca yg dingin ini teringat satu cup coklat panas sambil ditemani film Korea dan selimut tebal. My Precious me time.He

Deadline pekerjaan yang menumpuk rasanya jadi ikut luber saat air menggenang...must finish it, soon.

Namun laranya hati tetap tak terbasuh air sebanyak apapun.

Sedih, kala sadar hati ini masih perlu direhab dan harus terus diperbaiki.

Jangan curiga, jangan ingin tahu, jangan coba-coba, jangan mendesak, jangan bertanya, jangan mengeluh, jangan terpancing, jangan terlena, jangan terjebak, jangan menjadi pribadi yang buruk lagi.

Duh Gusti, ampuni.

Kamis, 07 Agustus 2014

Tetap Saja

Dengan berbagai macam cara.

Tersirat maupun tersurat. Tetap saja tak terbaca dan tak mengena.

Tak mengerti nampaknya, memang harus dengan lugas disampaikan.

Tapi seharusnya tanda-tanda itu sudah nampak, gejala itu mulai terlihat. Saatnya harus rem diri dan coba evaluasi diri. Inginnya. Tapi tak pernah bisa memaksakan.

Sayang sekali.

Bukan Ingin

Tidak sengaja sebetulnya.

Tidak menyengajakan diri.

Tapi tetap saja takdir harus terjadi, maka terjadi juga.

Masih terkaget-kaget ternyata. Dan sedikit shock dan kemudian timbul banyak pertanyaan.

"Kok bisa begitu."

"Ga nyangka banget."

"Masa sih."

Setelahnya jadi kasihan, pasti merasa sangat bersalah (jika iya)

Dan sampai sekarang menghilang..

Rabu, 06 Agustus 2014

Ini Kantor Baru

Akhirnya. Selesai juga pindahan kantor untuk yang kesekian kalinya.

Semoga makin semangat untuk terus berkarya dan menjalankan amanah ini dengan baik.

Nah, soal soal yg membebani hati biarkan saja berlalu jauh2 ya.
Jangan terlalu difikirkan, cukup Allah yang mengetahui.


Selasa, 22 Juli 2014

Ayo, Tuliskanlah!

Menulislah, lagi.
Maka kau akan menemukan bahwa sebagian resah dan beban mu terkelupas sudah.

Kemudian berbagi lah dengan hidup baru yang kau ciptakan, sehingga bahagia itu tetap ada dalam genggamanmu.

Tak apa, jika kilasan-kilasan lama datang dan hadir tanpa kita minta. Sesekali meriak-kan hatimu dan memompa pacu adrenalin ke otakmu hingga ingin marah.

Lepas kan saja seperti biasa, terima saja seperti adanya, berhentilah bertanya dan mencoba terus bersyukur untuk takdir apapun.

Mulia itu bukan sekarang, tapi nanti, di akhirat.

Besok Libur Panjang

Nah.

Hari ini terakhir bekerja rutin di kantor dari jam 07.30 - 16.30.
Karena besok mulai libur panjang hingga 4 Agustus nanti. Ini lebaran. Ini mudik. Ini senang-senang bersama keluarga.

Benarkah?

Sisi kesedihan lain menghantam. Ramadhan yang tertinggal, melekat di 35 tahun hidup. Dengan lika liku. Perjuangan hati yang berat. Allah Maha Menolong. Semoga shaum ku di terima, segala dosa diampuni dan diberikan hidayah agar spirit Ramadhan selalu mewarnai di 11 bulan berikutnya.

Menuju juz 30. Alhamdulillah

Sayangi kami ya Rabb!

Minggu, 13 Juli 2014

16

1 hingga 16 hari ini masih di Ramadhan.

Jatuh bangun di Ramadhan tahun ini. Hari hari yang penuh ujian hati, lisan dan perbuatan.

Mencoba juga mengenyahkan sisa-sisa masa lalu, namun proses dan waktu nampaknya masih cukup bersahabat.

Hiduplah secara normal, hingga 14 hari kedepan ya.

Selasa, 24 Juni 2014

Awali dengan yang Baik

Rabu pagi ini Bandung sungguh cerah.
Nampaknya sampai sisa hari nanti semua akan baik-baik saja. Agenda rapat, agenda kerja, agenda makan, agenda ibadah. Semoga.

Awali dengan yang baik setiap harinya.
2 lembar Al Qur'an menjadi sarapan wajib. Harapannya bisa istiqomah.

Lanjutkan dengan sebaik mungkin membuat rencana terbaik setiap harinya.

Belum ada yang istimewa, kecuali berita-berita pagi seputar pilpres dan jelang ramadhan.

Ohya, 3 hari lagi Ramadhan. Siapkan fisik, hati dan apapun yang bisa memaksimalkan bulan yang agung ini.
InsyaAllah.

Minggu, 22 Juni 2014

After

Disini lah sekarang. Menulis lagi.
Merangkai kata dan kalimat.

Ada banyak hal yang ingin diceritakan dan dituangkan.

Masih dengan 2 bocah kecil yang lucu dan menggemaskan, yang terkadang sering membuat suara ibu  nya naik dua oktaf, haha.

Masih dengan amanah di Pesantren yang nampaknya kian hari sudah harus siap dengan masalah yang datang. Tapi enjoy saja lah.

Masih dengan aktifitas mengajar, berbagi atau lebih tepatnya mengobrol serius dengan para teman.

Masih dengan cerita - cerita khayalan di kepala, dari satu cerita, ke cerita berikutnya.

Masih dengan diri yang sama (nampaknya).

Masih makan siang sendiri, hhaha.

Itu dulu saja.
Saya harus pergi.


Senin, 27 Januari 2014

Hujan

Selasa Pagi.
Lembang diguyur hujan sepagian ini. Bandung tak kalah dengan gerimis yang mengiringi dan kemudian membesar menjadi hujan yang sesungguhnya.

Bertiga, bermotor, menerjang dingin. Menunaikan sekian amanah di sana, di kantor. Mengajar dan beraktifitas.

Biasa dengan udara hangat di pagi hari, ketika merasa guyuran air hujan di atas helm dan semburannya di sekujur tubuh yang tertutup mantel, rasanya lain sekali. Beda sekali.
Segar, dan suasana baru.

Bisa jadi kita memang terlalu rutin dengan keseharian, sehingga ketika ada hal yang berbeda, semua nampak lebih menyenangkan. I love the rain. Tidak kesal seperti biasanya. Hehe.

Pekerjaan kita pun nampaknya harus disesuaikan ritmenya. Terlalu rutin, mengerjakan hal yang sama dari hari ke hari, bulan ke bulan dan tahun ke tahun memang bisa menyenangkan, tapi bisa juga sangat menyebalkan. Maka itu butuh inovasi, butuh nuansa berbeda saat menjalaninya. Sesekali tak apalah mengerjakan tugas yang bukan bagian dari job desk nya, hehe. Atau coba suasana kantor yang baru, cara kerja baru dan berkenalan dengan lingkungan atau komunitas baru.

Semua perlu "perubahan" kan. Jangan monoton. Rugi. Bosan dan cepat mengeluh jadinya.

Rabu, 08 Januari 2014

Terlalu Mudah

Gampang diketahui ekspresi hati seseorang lewat tulisan-tulisan dan quote2 nya di media sosial maupun di akun blog pribadinya.

Bisa jadi benar apa yang ditulis. Tebakan kita benar adanya.
Bisa jadi salah apa yang ditulis.
Bisa jadi apa yang ditulis hanya sebuah kamuflase saja.

Apapun itu namanya. menulis adalah lompatan rasa berbagi yang paling ideal dan aman.

Kisah (kembali)

Ternyata ada yang tidak pernah usai. Hati dan rasa nya adalah sesuatu yang jadi miliknya.

Peristiwa sekecil dan sesederhana apapun adalah peluang bagi hati agar terus melakukan inginnya. Menikmati setiap momentnya. Tak mau melupakan dan tak bisa melupakan.

Lalu berpijak di bangunan hati yang rapuh seperti ini apa yang bisa kita lakukan?
Apa artiku?
Apa artimu?
Apa arti kita?

Tanya-tanya yang banyak ini selalu menemukan jawab yang tak pasti. Malas rasanya dengan sekian tanya tanpa jawab ini.


Sudah di sini, di 2014

Alhamdulillah.
Menginjak angka 35. Tak terasa

Menulis lagi, karena tak menemukan cara untuk bercerita. Status-status di FB setidaknya cukup mewakili warna hati. Tapi untuk memuntahkan rasa memang perlu tempat.

Saya sedih.
Karena segala kekurangan yang saya miliki ternyata tak mampu menjembatani sebuah rasa dalam bentuk yang sangat sederhana sekalipun.

Saya ingin menangis.
Karena merasa hidup yang di jalani tidak normal, padahal sesungguhnya saya manusia biasa.

Saya terluka. Lagi. dan Lagi.
Karena tak menemukan cara terbaik untuk menyembuhkan luka lama. Selalu ada bekas.

Saya sakit. Secara psikis.
Karena tetap tidak bisa menyembunyikan baluran pedih dan perih dalam setiap episode kehidupan.

Mungkin orang tak melihat, karena saya tak menampakannya.
Semoga pula tak ada yang baca blog-blog saya dengan sengaja, sehingga tak perlu ada tatap mengasihani.

Memang hanya cukup Allah yang mengerti dan memahami semua.

Ah, curhat yang tak menyenangkan di awal tahun 2014.