Rabu, 29 April 2015

Hari Kedua - 30

Memasuki akhir di hari pertama. Ada masalah yang harus diselesaikan.

Masuk hari kedua. Masalah di eksekusi.

Semangat

Selasa, 28 April 2015

26 Hari

Ya. 26 hari saja.
Namun amanah ini begitu berat di rasa.

50 orang, 3 unit. Dengan sekian problematika nya.
Mampukan diri ini. Karena sesungguhnya setiap kekuatan ada pada sisi Allah.

Semoga bisa melalui ini semua dan berkah pada akhirnya.

Senin, 27 April 2015

Lega

Sesuatu yang menghambat fikiran dan hati kita. Sewajarnya dilepaskan dan dikeluarkan. Agar dia tak menjadi penyesalan karena tak sempat di sampaikan.

Apapun reaksi yang kita terima. Kewajiban kita setidaknya sudah gugur. Selanjutnya, kekuatan keyakinan yang membantu segala sesuatunya menjadi lebih baik.

Semakin diinjak, maka rumput ilalang akan semakin kokoh dan kuat.
Semakin direndahkan, seharusnya kita meninggikan diri kita dengan seluruh usaha kebaikan yang bisa kita lakukan.

Allah hadirkan orang-orang dan kejadian di sekeliling kita tentu saja agar membuat kita menyadari dan terus melakukan taubat karena kesalahan kesalahan kita.

Kamis, 23 April 2015

Adalah

Menulis adalah sesuatu  hal yang membuat kita bisa melepaskan apapun dari fikiran kita. Bahkan dari rutinitas menjemukan yang membuat kita terjebak selalu setiap harinya.

Menulis adalah sesuatu yang membuat kita bisa senang-senang sendiri tanpa perlu berkampanye kepada orang lain. Mau dibaca atau tidak toh bukan urusan sekali.

Menulis adalah banyak hal. Pelepasan. Dan kemerdekaan.

Adalah menulis yang membuat jemari kita menari lincah di atas keyboard. Bermain dengan banyak kata dan kalimat. Menyenangkan sekali.

Senin, 20 April 2015

Perbuatan

Allah Maha melakukan segala hal dengan takdir terbaik bagi siapapun.

Jangan pernah  berhenti untuk selalu berharap dan berdoa. Memohon yang terbaik. Berbaik sangka dengan setiap takdir.

Wilayah "perubah" hanya ada pada sisi Allah. Manusia tak akan kuasa dengan kemampuannya merubah apapun. Jangan berbangga. Jangan sombong.

Sabar memang kuncinya. Jangan tergesa. Dan tetap tenang dalam bertindak. Serahkan setiap urusan kepada Allah. Kemudian lihatlah begitu banyak hikmah yang bisa kita dapatkan dari semua episode kehidupan setiap harinya yang kita lalui.

Rabu, 15 April 2015

Pilihan

Hidup itu di pertemukan dengan banyak pilihan setiap detik, menit, jam dan hari nya.

Ada yang tepat dalam memilih sikap,
Ada yang kurang tepat dalam memilih.

Tentu saja harus siap dengan konsekuensinya.
Mau diam itu pilihan. Mau berbuat itu pilihan
Mau tetap dalam keburukan itu pilihan. Mau berubah menjadi lebih baik juga pilihan

Kita tidak bisa menilai pilihan kita yang paling benar dan orang lain salah. Coba memahami saja. Karena yang kena resiko ya yang memilih alias kita sendiri.

Dan semoga setiap pilihan selalu dikonsultasikan terlebih dulu dengan Sang Pemilik Takdir terbaik untuk kehidupan kita.

Doa dan terus doa. Memohon pertolongan Allah pada setiap pilihan kita.

Senin, 13 April 2015

Cari Cara Lain

Allah memberikan akal untuk digunakan berfikir.

Ketika kita buntu saat masalah datang. Gunakan akal. Juga gunakan iman. Sehingga saat akal bergerak mencari solusi, badan ikhtiar untuk mendapatkan solusi. Hati juga terus memohon kepada Allah agar senantiasa di tolong dan dilindungi. Jangan sampai solusi nya sama sekali tak manfaat dan malah menjadi masalah yang baru.

Kekuatan menghadapi masalah ternyata terletak pada seberapa kuat kita meminta pertolongan Allah untuk menghadapinya. Langkah pertama, taubat dari dosa dan maksiat sekecil apapun yg kita lakukan (pembersihan), lalu maksimalkan ibadah wajib dan sunah (konsistensi), lalu perbanyak dzikir dan doa memohon yang terbaik sehingga ketika ada masalah, kita selalu libatkan Allah di dalamnya.

Jangan bergantung pada kemampuan diri. Da kita mah apa atuh. He

Semoga setiap kita mencari cara untuk mendapatkan solusi, disitu pertolongan Allah ada.

Minggu, 12 April 2015

Cerita

Di awal tahun. Dimulai semua asa dan mimpi.

Kemudian tahun berlanjut. Demi tahun. Menyisakan masing-masing cerita bersama inisial-inisal. Huruf dan angka yang saling memaknai terangkai dalam satu jalinan kisah.

Tahun ini pun sama. Ada kisah, ada cerita.

Tahun depan. Allah Maha Tahu.

Semakin dilemahkan, semakin memperkuat. Itu adalah siklus pertahanan diri. Jangan goyah dan jangan gentar.

Hari-hari lawan dengan doa. Dengan permohonan.
Hari-hari lawan dengan kebaikan. Dengan perbuatan baik yang Allah sukai.
Hari-hari lawan dengan amal. Dengan ketulusan, dengan keikhlasan.

Jangan biarkan hari ini merugi.
Apa yang dilakukannya. Lawan sekuat tenaga dengan seluruh energi kita dalam kebaikan.


Kamis, 09 April 2015

Kejadian

Kamis pagi.
Jedugh! Dan tertendanglah wajah kanan ku oleh kaki anak SMP yang sedang main-main di tangga.
Huwa....bengeup dan merah sesaat. Nyut-nyut an hingga 15 menit kemudian.
Anak itu terus meminta maaf karena rasa bersalah. Tak kuhiraukan karena sibuk mengatasi rasa sakit di wajah dan khawatir malah mengomeli dia.
Ada apa kah?

Jumat pagi.
Dipanggil. Di interogasi. Di marahi. Di kasih wejangan dan nasehat serta pemikiran lain.
Maafkan. Merasa bersalah karena tidak peka. Banyak taubat.
Ada apa kah?

Hikmah. Pasti hikmah yang akan kemudian muncul.

Rabu, 08 April 2015

Ceritanya

Ceritanya

Kita tidak pernah bisa menjadi diri sendiri kalau harus selalu menerima apa kata orang, apa pandangan orang dan blek kita lakukan tanpa difikir. Jadi di setir orang dong. Ga punya identitas.

Menulis itu seharusnya membebaskan siapapun bermain dengan kata dan pemikirannya. Lha kalau di kebiri, gimana nasib penulis. Masa harus sesuai selera pasar saja. Bicara idealis setiap orang perlu. Juga harus jujur mengemukakan apa yang ada di fikiran dan hati.

Kalau ada orang yang nyinyir dan mau tau aja urusan hidup kita. Ke laut aja deh.

Haha.