Rabu, 24 April 2013

Nyaman

Tidak terasa diskusi mengarah pada ketidaknyamanan. Sayang memang kalau awal diskusi sudah menyenangkan, tapi ujung-ujungnya...kekeuh pada pemikiran sendiri, dan bikin orang lain jadi merasa tersudutkan, sadar atau tidak sadar.

Memang tak mudah menyatukan persepsi. Masing masing memiliki dasar dan pemikiran sendiri-sendiri. Cara mikir orang beda-beda...tapi kalau udah merasa bahwa pemikirannya yang benar dan seolah-olah pemikiran orang lain salah, ini yang bikin ga enak.

Ya sudahlah.

Para Quotes Tengah Malam



Berikut adalah quotes tengah malamku (aha..23 April 2013)

#1 Ketetapan hati dan keyakinan untuk memilih sesuatu yang terbaik bukan semata kita yang atur, tapi Allah yang ngasih kemampuan untuk itu.

#2 Allah akan memberikan amanah kepada orang yang memang qualified dan layak menerimanya. Allah tidak akan sembarangan memilih orang yang diserahi tanggungjawab besar.  Ujian kita adalah berusaha berlapang hati saat Alah menetapkan amanah itu bukan diberikan kepada kita.This is so hard, but we can do it!

#3 Allah yang membolak-balik setiap hati. Diberikannya kecintaan dan kesukaan kepada orang ini atau orang itu. Barang ini atau barang itu. Pekerjaan ini atau pekerjaan itu. Dan setiap hati akan memilih sesuai dengan kecenderungannya. Mudah-mudahan pilihan hati kita untuk apapun semata karena bertujuan untuk kebaikan, keberkahan dan keselamatan dunia akhirat.

#4 Apa yang kita lihat dan kita rasa sekarang buruk, menyakitkan, membuat pedih, mengecewakan, tidak sesuai dengan ingin, terluka, dan menderita bisa jadi semua adalah cara Allah menyayangi kita dan menginginkan kebaikan atas diri kita. Allah lebih tahu urusan hidup kita esok hari. Maka tsiqoh adalah mujahadah kita.

#5 Allah yang menitipkan kelebihan berupa pengetahuan, keterampilan kepada siapa saja. Allah juga yang menitipkan kekurangan pada setiap diri. Belajar untuk tidak sombong saat lebih, belajar untuk tidak dengki melihat kelebihan orang, belajar untuk bersyukur dengan apa yang jadi kelebihan dan kekurangan kita. Itulah sekelumit kisah ketidaksempurnaan manusia.

#6 Jangan fikirkan apa yang sedang diperbuat orang, walau nyata itu membuat kita terluka. Fikirkanlah agar hati kita berusaha tetap bersih saat di uji seperti itu.

#7 Menggenggam dunia berarti kita harus sudah siap dengan kecewa, sakit hati, menderita. Melepaskan dunia berarti kita siap bertarung dengan hawa nafsu, bersiap untuk melatih iman dan meningkatkannya. Sesungguhnya di sisi Allah yang bertaqwalah yang beruntung dan diperhitungkan.

#8 Jangan menutup pintu kebaikan karena sempitnya hati kita. Jangan tidak proporsional dalam menilai orang lain karena buruknya hati kita. Jika itu terjadi karena memang ya, hati kita belum baik.

#9 Jika setiap urusan kita memiliki niat yang baik, dilakukan dengan cara yang baik. Berharap dengan itu semua pintu keberkahan akan hidup kita dibuka seluas-luasnya oleh Allah. Dan berdoalah..jika urusan ini mudharat jauhkan, jika urusan ini maslahat dekatkan dan permudah jalannya.

#10 Bukanlah kebajikan jika itu memberatkan hatimu. Ridha adalah 100%, sabar dan tawakal juga 100%, taqwa 100%. Jangan tanggung untuk segala sesuatu yang bisa kita upayakan. Karena Allah yang akan memampukan hati kita.

#11 Buat dan bangunlah nilai-nilai kebajikan untuk jadi teladan bagi keturunan kita kelak. Karena itulah warisan berharga kita untuk generasi.

Senin, 22 April 2013

Ringan

Mari kita membuat segala sesuatunya menjadi lebih ringan dan lebih mudah.

Persoalan besar ini bisa jadi cara Allah bercanda dengan diri kita.

Dan jika fokus kita pada perbuatan makhluknya..cape hati..cape fikir.

Mending fokus saja pada apa yang kita lakukan. Perbaiki diri terus, yakin terus..istigfar terus..banyak berbuat baik terus..lupakan orang lain di sekeliling kita. Egois untuk diri..agar hati bisa selamat.

Tanggal

21 April 2013 di malam itu. Saat kalimat itu diungkapkan.

Waduh, gw kalah telak ini, knock out, skak mat. Udah kagak bisa ngapa-ngapain. Adu argumen saja jelas kalah.

Terima nasib saja.

Apa lagi.

Minggu, 21 April 2013

Rasa

Rasa ingin tahu akan sesuatu yang seharusnya tak perlu kau tahu bisa membunuh hati dan akalmu.
Tahanlah.
Bersabarlah.
Jadilah orang yang yakin pada sesuatu yang pasti
Yaitu Allah

Pas

Berusahalah untuk selalu pas menempatkan posisimu kepada siapapun, dimanapun. Sehingga kita bisa selalu menjaga hati dari apapun yang akan mengotorinya.

Kadang posisi kita  bisa mencelakakan seseorang. Kadang pilihan kita di posisi itu bisa menyakiti seseorang.

Maka berhati-hatilah wahai diri.

Mau Tahu

Menjadi serbatahu belum tentu menyelamatkan hati.
Kadang kita perlu untuk tidak mencari tahu dan bersikap acuh agar hati tidak kotor.

Bagaimanapun yang mengundang penyakit hati adalah diri kita sendiri

Keinginan

Setiap keinginan yang harus selalu terpenuhi bisa jadi tanda bahwa kita kurang bersyukur dengan apa yang Allah berikan dalam hidup kita.

Selalu ingin lebih, segala ingin karena sudah merasa mampu.

Pada akhirnya beda tipis antara ingin yang syar'i dengan ingin karena hawa nafsu.

Ujian

Ada ujian yang datang dari diri kita sendiri..karena dosa, maksiat dan apa yang salah yang Allah larang lalu kita lakukan.

Ada ujian yang datang dari orang lain.

Dan hakikatnya adalah semua ujian datang dari Allah.

Lantas berusahalah untuk bisa lulus..bagaimanapun caranya

Ibu : Rava dan Atha

Episode Ibu

Kemarahannya adalah diam.
Kasih sayangnya adalah larangan.
Perhatiannya adalah pasti.
Menangisnya adalah sendiri.
Bahagianya adalah melepaskan.
Kekuatannya adalah yakin.
Kehidupannya adalah permata hati.
Kematiannya adalah kebaikan

Hak

Tanpa sadar pilihan dan keputusan kita sudah mengambil hak orang lain. Bahkan dengan cara yang menyakitkan atas dasar syariat dan iman.

Wahai hati, waspadailah...sekuat tenaga jangan sampai hak orang terambil oleh kita.

Diri

Diri kita janganlah menjadi seseorang yang berbahagia dengan membuat orang lain tersakiti, sedikit ataupun banyak.
Jika kita bisa memilih bahagia tanpa harus menyakiti maka itu jauh lebih  baik.

Keluarga

Keluarga adalah tempat terbaik bagi siapapun untuk meningkatkan kualitas iman dan kehidupan kita.
Tempat pulang, tempat kembali dan tempat ternyaman setelah penat.
Ya, jika kita bisa membangun keberkahan di dalamnya.


Cinta Itu

Seperti matahari yang terlahir kembali. Dalam nuansa jingga yang kelabu. Wahai, ini aku..di sisimu..disamping langkahmu..dan kadang di belakangmu.

Tapi tetap bersamaku adalah bukan dirimu.
Bersamaku adalah kesendirian dan kekosongan yang sejati.
Yang tunggal. Sepi yang tetap

Jumat, 19 April 2013

Surat Itu

Akhirnya sudah terbit juga Surat Keputusan..setelah terombang-ambing kebingungan dengan status posisi kerja yang jelas tak jelas ini.

Innalillahi sesungguhnya yang harus diucapkan ketika amanah semakin besar dan berat. Karena tanggungjawab kita kepada Allah amatlah diperhitungkan.

Maka potensi hati, akal dan fikiran ini haruslah bisa selaras.

Dasar keyakinan yang kuat, dukungan dari temen-temen yang sangat berpotensi dan berkompeten membantu setiap kita mengemban amanah dengan baik.

Bukan sukses diri yg dituju. Tapi sukses bersama dan kemudian masing-masing bisa memahami peran dan fungsinya dalam kancah dakwah bernama pesantren.

Bismillah

Rabu, 17 April 2013

Sudah

Kemudian sampai pada sebuah kesimpulan. Yang mesti disiapkan. Dan dibuat ringan.

Pahit untuk ukuran normal. Hanya saja kita yang menjalani tau betul konsekuensi dari setiap pilihan.

Tinggal niat saja yang membedakan setiap perbuatan.

Saya tidak yakin dengan keputusan ini. Berharap Allah memberikan solusi yang sangat dan terbaik.

Ini sudah.

Selasa, 16 April 2013

Muntahkan

Keluarkan saja apa yang harus dikeluarkan.
Seperti muntah yang jijik dan memang harus keluar.

Buat apa menahan sesuatu yang busuk dari dirimu.
Untuk apa menahan sesuatu yang tak manfaat dari dirimu.

Ayo. Muntahkan saja kekesalan itu. Kemarahan itu. Dengan bahasa mu. Dengan rasa emosi di hatimu.

Menangislah jika itu judul muntahanmu.
Lepaskan airmata itu sederas mungkin.

Lalu kembali lah bangkit dan menjadi kan dirimu sehat kembali.

Buang yang buruk. Muntah saja!

Berubah

Dulu setuju begini. Sekarang mikir-mikir lagi.
Dulu tak setuju begitu. Sekarang mikir-mikir lagi.

Perubahan selalu pasti. Itu sejatinya.

Maka jika sebuah prinsip kemudian dibangun oleh pemikiran dan akhirnya berubah walau orang bilang,"Wow..u are stupid!" tapi show must go on. Kadang pilihan hidup memang berat. Tapi melangkahlah di pilihan yang sesuai syariat.

Jangan khawatirkan dengan segala sesuatu yang Allah pasti akan jamin.
Khawatirkan lah hidup kita yang bisa jadi hanya berisi kekesalan, ketidaktenangan, ketidaknyamanan, ketidak bahagiaan juga segala sesuatu yang semu.

Aku merelakan setiap apa yang bukan milikku.
Aku sudah harus bersyukur dengan apa yang kubangun dan ada.
Aku melepaskan beban akherat.
Aku berikan apa yang menjadi amanahku sebelumnya.

Itu semua karena segalanya bukan milikku. Bukan menjadi hak ku.

Barikade

Dulu aku pernah membaca sebuah komik yang mengisahkan tentang seorang anak perempuan dan anak laki-laki yang membuat barikade di kehidupannya. Mengisolasi dirinya dari ketidaknyamanan. Memiliki dunianya sendiri yang aman dan indah.

Aku juga membuat barikade itu. Membangunnya dengan susah payah. Menyatukan kepingan-kepingannya agar kokoh dan kuat. Penuh bercak dan goresan di sana sini. Tapi aku yakin barikade buatanku akan aman dan tak goyah oleh apapun.

Hari ini ternyata tidak. Kesenangan dan kenikmatan sesaat yang kumiliki melenakanku. Mengeluarkanku dari  barikade yang kubuat. Membuat kakiku melangkah keluar. Dan terjadilah. Tergelincir hingga jatuh. Kemudian susah payah untuk bangun lagi. Kembali lagi menuju zona amanku. Dan melupakan apa yang barusan terjadi.

Aq lupa. Aq lalai. Aq terlena sesaat. Aq terbuai dengan kesemuan. Sesaat terpedaya.

Sakitnya terasa karena aku yang merusak barikade ku sendiri. Yang membuka pintu keluarnya. Yang membiarkan jatuh dan tergelincir.

Maka disinilah aku.
Sang pesakitan.
Bodohnya semua dilakukan oleh diriku sendiri,

Jangan menyalahkan orang lain. Salahkan dirimu sendiri.

Nah. Setelah kembali ke barikade mu. Lakukan hal terbaik ; pasang pertahanan yang kokoh, jangan biarkan siapapun masuk, dan jangan biarkan dirimu jatuh untuk yang kedua kali, Tidak pernah ada kejatuhan kedua kecuali dirimu sangat sangat bodoh.

Titipan

Yang ada pada kita semua adalah titipan.

Tentu saja bukan menjadi milik kita.

Pada akhirnya ada yang diambil secara sukarela atau terpaksa.
Pada waktunya.

Juga ada yang memaksa pergi dan ada yang mengkondisikan harus pergi.

Karena namanya juga titipan.

Hindari merasa milik kita, agar tidak terlena dalam sebuah ketergantungan

Mengendalikan

Sungguh memang tak mudah mengendalikan sisi kenyamanan kita ketika berhadapan dengan sesuatu yang menurut kita tidak pada tempatnya.

Berbagai cara dilakukan agar terhindar dari hati yang busuk, fikiran yang melantur, dan sikap yang berpraduga.

Walau tetap terbaca kegalauan itu dari gesture dan tindakan yang diambil secara persuasif ini.


Keyakinan

Ada yang tak pernah bisa dilukai oleh apapun dan siapapun dalam hidup ini. Bahkan oleh rasa sakit itu sendiri. Keyakinan tak pernah bisa merasa perih dan sakit.

Bingung

Ini tampilan blog yang biasa. Tapi ternyata harus membuat blog baru dengan nama baru. popondponz.blogspot.com...entahlah alamat yg ini : dponz07.blogspot.com...aku tak bisa mengaksesnya..huhu.

Mudah2an pelan-pelan bisa di import tulisan-tulisan yang dulu. Atau bisa jadi karena ini tampilan yang baru maka tulisan pun harus yg baru-baru..hehe.

Tapi tetap..akan ku arsip tulisan-tulisan di blog lama..karena seluruhnya menceritakan kehidupanku dan sekelilingku..

Haha..

Welcome to the new one!