Memang yang bisa dilakukan adalah memantau dan mengamati saja.
Tak bisa berbuat lebih. Kecuali dengan sabar dan mendoakan.
Semua selalu ada solusinya. Skenario indah yang Allah ciptakan di saat terjadi ujian dan musibah.
bersabarlah dalam menanti.
Selasa, 24 Maret 2015
Kamis, 19 Maret 2015
Gadget
"HP ku hilang!" Huwaaa. Hiks.Hiks.
"Coba inget-inget dimana?."
5 menit kemudian. Seseorang datang menyerahkan HP yg "dianggap hilang itu."
# Bisa jadi Allah hilangkan atau merusak-kan barang (sementara/selamanya) karena ada ketidakberkahan pada barang tersebut. Banyak mudaratnya, dipake yang ga baik, nyimpen chat atau foto yang tak pantas.
"Coba inget-inget dimana?."
5 menit kemudian. Seseorang datang menyerahkan HP yg "dianggap hilang itu."
# Bisa jadi Allah hilangkan atau merusak-kan barang (sementara/selamanya) karena ada ketidakberkahan pada barang tersebut. Banyak mudaratnya, dipake yang ga baik, nyimpen chat atau foto yang tak pantas.
# Bisa jadi Allah yang
Maha Baik ingin menghilangkan kemudaratan dan ketidakberkahan itu dari
diri kita agar kita menyadari bahwa kita melakukan kesalahan.
# Bisa jadi Allah benar-benar tidak suka dan ridha dengan apa yang kita lakukan terhadap barang (HP, Laptop, Gadget canggih lainnya, kendaraan atau apapun) karena kita menuhankan mereka semua.
Allohu'alam.
# Bisa jadi Allah benar-benar tidak suka dan ridha dengan apa yang kita lakukan terhadap barang (HP, Laptop, Gadget canggih lainnya, kendaraan atau apapun) karena kita menuhankan mereka semua.
Allohu'alam.
Rabu, 18 Maret 2015
Modus
Kita tak bisa hidup dengan nyaman-nyaman saja. Ujian dan musibah bisa saja bergiliran datang tiap hari.
Jika belajar dari pengalaman hidup (cie). Modus melakukan kesalahan akan terus terulang dan memperlihatkan pola yang sama.
Mungkin bisa jadi kebaikan juga berpola seperti itu.
Mulai dari A, lanjut ke B, lanjut ke C. Ketika diteruskan terjerumuslah kita pada keburukan/kebaikan, tergantung kita sedang melakukan pola apa.
Berhati-hati dari dalam diri akan aktifitas yang menyesatkan dan mudharat itu jauh lebih baik.
Jika belajar dari pengalaman hidup (cie). Modus melakukan kesalahan akan terus terulang dan memperlihatkan pola yang sama.
Mungkin bisa jadi kebaikan juga berpola seperti itu.
Mulai dari A, lanjut ke B, lanjut ke C. Ketika diteruskan terjerumuslah kita pada keburukan/kebaikan, tergantung kita sedang melakukan pola apa.
Berhati-hati dari dalam diri akan aktifitas yang menyesatkan dan mudharat itu jauh lebih baik.
Senin, 16 Maret 2015
Pagi
Pagi ini sendiri.
Berteman lantunan lagu-lagu dan hingarbingar pembersihan.
Merasa sepi ketika sendiri itu kalau fikiran kita fokus pada masalah dan tidak mencari solusi.
Mulailah mencari keramaian dengan banyak aktifitas manfaat.
Karena disitulah berharganya sebuah kehidupan di pagi hari.
Berteman lantunan lagu-lagu dan hingarbingar pembersihan.
Merasa sepi ketika sendiri itu kalau fikiran kita fokus pada masalah dan tidak mencari solusi.
Mulailah mencari keramaian dengan banyak aktifitas manfaat.
Karena disitulah berharganya sebuah kehidupan di pagi hari.
Jumat, 13 Maret 2015
Banyak Bicara
Memang, terlalu banyak bicara mengakibatkan dua hal :
1. Cape
2. Di musuhin orang karena bawel luar biasa.
Nah, harusnya memang sedikit bicara banyak kerja. Tapi prinsip itu tidak berlaku. Buat saya tetap saja harus banyak bicara dan banyak kerja.
Begitu.
1. Cape
2. Di musuhin orang karena bawel luar biasa.
Nah, harusnya memang sedikit bicara banyak kerja. Tapi prinsip itu tidak berlaku. Buat saya tetap saja harus banyak bicara dan banyak kerja.
Begitu.
Minggu, 08 Maret 2015
Hajat
Segala sesuatu akan berakhir.
Yang memulai, yang berproses, yang berakhir..
Perhelatan akbar alias hajat pernikahan pun demikian. Panitia berjibaku dari awal persiapan. Di Hari H sibuk dengan bagiannya masing-masing. Dan di akhir acara sudah sibuk dengan evaluasi.
Begitulah kegiatan manusia. Disiapkan, dilaksanakan, diakhiri pula.
Yang memulai, yang berproses, yang berakhir..
Perhelatan akbar alias hajat pernikahan pun demikian. Panitia berjibaku dari awal persiapan. Di Hari H sibuk dengan bagiannya masing-masing. Dan di akhir acara sudah sibuk dengan evaluasi.
Begitulah kegiatan manusia. Disiapkan, dilaksanakan, diakhiri pula.
Senin, 02 Maret 2015
Ah, sekejap saja
Subhanallah.
Semua memang akhirnya akan kembali kepada Allah yang menguasai takdir.
Karena Allah pula, segala gundah hilang dalam sekejap.
Tak penting siapa, tak penting mengapa. Yang terpenting adalah "kembali" menyadari.
Nurani itu masih ada, setidaknya berlaku hari ini.
Semua memang akhirnya akan kembali kepada Allah yang menguasai takdir.
Karena Allah pula, segala gundah hilang dalam sekejap.
Tak penting siapa, tak penting mengapa. Yang terpenting adalah "kembali" menyadari.
Nurani itu masih ada, setidaknya berlaku hari ini.
Tidak Usah Sibuk
Biasa saja. Jika engkau menemukan ke tidak abnormal an menurut versi mu.
Maka jangan sok sibuk serba ingin tahu dan menyelidiki hingga tuntas.
Setiap orang berhadapan dengan perbuatannya sendiri sendiri.
Baik utk dirinya.
Buruk utk dirinya.
Tak akan kemana
Maka jangan sok sibuk serba ingin tahu dan menyelidiki hingga tuntas.
Setiap orang berhadapan dengan perbuatannya sendiri sendiri.
Baik utk dirinya.
Buruk utk dirinya.
Tak akan kemana
Langganan:
Postingan (Atom)