Selasa, 16 April 2013

Barikade

Dulu aku pernah membaca sebuah komik yang mengisahkan tentang seorang anak perempuan dan anak laki-laki yang membuat barikade di kehidupannya. Mengisolasi dirinya dari ketidaknyamanan. Memiliki dunianya sendiri yang aman dan indah.

Aku juga membuat barikade itu. Membangunnya dengan susah payah. Menyatukan kepingan-kepingannya agar kokoh dan kuat. Penuh bercak dan goresan di sana sini. Tapi aku yakin barikade buatanku akan aman dan tak goyah oleh apapun.

Hari ini ternyata tidak. Kesenangan dan kenikmatan sesaat yang kumiliki melenakanku. Mengeluarkanku dari  barikade yang kubuat. Membuat kakiku melangkah keluar. Dan terjadilah. Tergelincir hingga jatuh. Kemudian susah payah untuk bangun lagi. Kembali lagi menuju zona amanku. Dan melupakan apa yang barusan terjadi.

Aq lupa. Aq lalai. Aq terlena sesaat. Aq terbuai dengan kesemuan. Sesaat terpedaya.

Sakitnya terasa karena aku yang merusak barikade ku sendiri. Yang membuka pintu keluarnya. Yang membiarkan jatuh dan tergelincir.

Maka disinilah aku.
Sang pesakitan.
Bodohnya semua dilakukan oleh diriku sendiri,

Jangan menyalahkan orang lain. Salahkan dirimu sendiri.

Nah. Setelah kembali ke barikade mu. Lakukan hal terbaik ; pasang pertahanan yang kokoh, jangan biarkan siapapun masuk, dan jangan biarkan dirimu jatuh untuk yang kedua kali, Tidak pernah ada kejatuhan kedua kecuali dirimu sangat sangat bodoh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar